Bupati Garut Resmikan Aula LPTQ dan Buka Pembinaan Tahap I Kafilah MTQ Jabar 2026

Garut, JAWA BARAT107 Dilihat
banner 468x60

Garut, Expose Online

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Peresmian Aula Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Garut dan Pembukaan Pembinaan Tahap I Kafilah Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di LPTQ Garut, Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (6/4/2026).

banner 336x280

Bupati menyatakan rasa bangganya dapat berkumpul dengan para pejuang Al-Qur’an. Ia mengapresiasi peran LPTQ yang mampu membumikan nilai-nilai suci melalui syiar yang unik dan indah.

“Kebanggaan bagi saya bertemu orang-orang yang hebat, yang memiliki tugas dan fungsi untuk mengabadikan quran. Kita semua dan juga menjadikan sesuatu yang menarik buat masyarakat dengan cara-cara yang unik yaitu membacakan (Al Qur’an) dengan suara yang sangat indah,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa LPTQ memiliki posisi yang sangat strategis dalam struktur pembangunan daerah di Garut. Hal ini dibuktikan dengan kepengurusan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), guna memastikan dukungan pemerintah selalu optimal. Terkait fasilitas baru, Bupati Garut memuji kemandirian LPTQ yang berhasil membangun aula representatif.

“Jadi terima kasih sekali LPTQ sudah banyak berperan dalam kegiatan di Garut khususnya dan di segala kehidupan,” tambahnya.

Ketua Harian LPTQ Garut, KH. Sasa Sunarsa, menjelaskan bahwa pembangunan gedung kantor dan aula ini dilakukan secara bertahap selama lima tahun (2021-2025) dengan menyisihkan dana hibah pemerintah.

“Sebagai pengurus LPTQ tentunya kami menyadari bahwa dengan adanya bangunan kantor ini menjadi beban kami LPTQ untuk terus dapat meningkatkan prestasi peserta atau kafilah Kabupaten Garut pada perhelatan MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat,” jelas KH. Sasa.

Mengenai pembinaan peserta, KH. Sasa melaporkan bahwa kegiatan Pembinaan Tahap I ini akan berlangsung selama empat hari, yakni Senin hingga Kamis (6-9 April 2026). Sebanyak 58 calon peserta dari berbagai cabang dan golongan mengikuti kegiatan ini.

Ia juga menekankan bahwa cakupan MTQ kini semakin luas, tidak hanya terpaku pada seni tilawah semata.

“Kesan awal bahwa MTQ itu hanya sekadar membaca Alquran dengan seni bacaannya, dengan lagu yang beraneka ragam. Tetapi sekarang itu tidak hanya membaca Al-Qur’an dengan melantukan lagu arab tetapi ada bidang-bidang lain, cabang-cabang lain,” pungkasnya. (Susan S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *