GarutJAWA BARAT

Kunjungan Industri SMK Negeri 3 Garut ke Yogyakarta

Garut, Expose Online.co.id

Siswa SMK Negeri 3 Garut sedang mengadakan kunjungan industri dan wisata sejarah ke Yogyakarta. Kunjungan ini diikuti oleh 444 siswa kelas 10 dengan total sembilan bus. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, dimulai hari ini, Selasa, 21 hingga Jumat pagi, 23 Mei 2024.

Humas SMK Negeri 3 Garut, Agus, menyatakan bahwa kegiatan ini sudah biasa terutama ke Yogyakarta. “Karena di sana banyak industri yang relevan dengan kompetensi kami,” ujar Agus.

Agus menjelaskan bahwa SMK Negeri 3 Garut memiliki lima kompetensi utama, yaitu TKJ, Tata Busana, Akuntansi, Perhotelan, dan Kuliner.

“Yogya memang cocok karena industri yang tersedia lengkap untuk semua kompetensi tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa program kunjungan industri ini memang diperuntukkan bagi siswa kelas 10 agar mereka lebih awal mengenal suasana industri. Tujuannya adalah agar siswa lebih termotivasi dan memahami perbedaan antara hard skill dan soft skill yang harus dimiliki di sekolah.

“Kami juga telah memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan dalam edaran gubernur. Semua hal yang diharuskan sudah kami penuhi. Surat pemberitahuan kegiatan ini juga sudah kami berikan sejak dua hari yang lalu kepada Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XI Garut,” kata Agus.

Namun, tidak semua orang tua siswa merasa tenang dengan adanya kunjungan ini. Salah satu orang tua siswa mengungkapkan kekhawatirannya, karena takut kejadian seperti rombongan bus pelajar SMK Lingga Kencana Depok yang menelan 11 orang siswa saat melakukan tour terulang kembali.

“Saya merasa was-was dengan adanya kunjungan ini takut kejadian seperti bis rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok,” ungkapnya.

Lebih lanjut, orang tua tersebut menjelaskan bahwa kunjungan ke Jogjakarta ini merupakan hasil musyawarah dengan para orang tua.

“Musyawarah diadakan jauh-jauh hari sebelum terjadinya kecelakaan bus rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok. Setelah ada kejadian tersebut, seharusnya pihak sekolah mengadakan musyawarah lagi, tapi bagaimana lagi karena uangnya sudah masuk,” ujarnya. (Susan S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *