Kab. Bogor | Expose Online.co.id
DPRD Kabupaten Bogor menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Rabu (3/6/2026). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sidang paripurna kali ini dilaksanakan di kawasan yang memiliki nilai sejarah sebagai bekas pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor pada masa perjuangan kemerdekaan.
Pelaksanaan rapat paripurna di Desa Malasari menjadi yang pertama kalinya dilakukan di luar Gedung DPRD Kabupaten Bogor. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengenang sejarah perjuangan pemerintahan Kabupaten Bogor saat menghadapi Agresi Militer Belanda II.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Malasari bukan tanpa alasan. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Bogor karena pernah menjadi pusat pemerintahan darurat di masa perjuangan.
“Melalui peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang semangat juang para pendahulu yang tetap menjalankan roda pemerintahan meski berada dalam situasi yang penuh tantangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan HJB di wilayah Malasari juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke daerah pelosok, sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah kepada generasi saat ini.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan bahwa Kampung Citalahab, Desa Malasari, memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Bogor karena pernah menjadi tempat berkantornya Bupati Bogor Raden Ipik Gandamana ketika pemerintahan darurat berlangsung.
Menurut Rudy, momentum HJB tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus menjangkau seluruh wilayah tanpa terkecuali.
“Jangan sampai daerah yang menjadi titik awal sejarah Kabupaten Bogor justru tertinggal dalam pembangunan,” tegasnya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga akses dasar lainnya. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh 40 kecamatan.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, mengungkapkan bahwa konsep rapat paripurna tahun ini dibuat sederhana dengan memanfaatkan fasilitas yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Meja dan bangku sekolah digunakan sebagai sarana sidang tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
“Ini merupakan paripurna yang memiliki nilai sejarah dan menjadi momen yang sangat berkesan. Seluruh rangkaian kegiatan HJB dipusatkan di Malasari sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah pemerintahan Kabupaten Bogor,” katanya.
Selain rapat paripurna, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggelar upacara peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 di Kampung Citalahab. Penetapan Desa Malasari sebagai pusat kegiatan HJB diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata, homestay, serta keterlibatan warga dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan. (Irfan Lubis)














