Kebakaran Saat Pengisian Solar Industri di Karangsong, Tiga Kapal Nelayan Hangus, Polisi Diminta Usut Tuntas

Indramayu, PERISTIWA36 Dilihat
banner 970x250

Indramayu | Expose Online.co.id

Kebakaran hebat terjadi saat proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) solar industri ke kapal nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Kamis (6/8/2026). Insiden yang diduga terjadi saat pengisian BBM dari mobil tangki tersebut menghanguskan tiga kapal nelayan, satu unit mobil Fortuner, dan sebuah warung, serta memicu sorotan terhadap penerapan standar keselamatan kerja (safety) dalam distribusi BBM.

banner 336x280

Nahkoda KM Bintang Samudra, Makani, mengatakan kebakaran terjadi ketika mobil tangki milik PT PBP Trans Group tengah menyalurkan solar industri ke kapal milik Hj. Yuni. Saat proses pengisian hampir selesai, api tiba-tiba muncul di sekitar pompa alkon, meski seluruh awak kapal telah dilarang merokok.

“Selama pengisian tidak ada ABK yang merokok. Tiba-tiba muncul api di sekitar pompa alkon,” ujar Makani.

Menurutnya, awak kapal sempat berusaha mengangkat penampungan BBM (penguin) untuk dijatuhkan ke laut agar api tidak membesar. Petugas juga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dari mobil tangki. Api sempat mereda, namun kembali membesar karena masih terdapat solar di dalam penampungan sehingga kobaran dengan cepat merambat.

Akibat kejadian tersebut, KM Mandala milik H. Kodori, KM Nurhidayah Utama milik KPL Mina Sumitra, serta satu kapal nelayan milik Hj. Waryati hangus terbakar. Selain itu, satu unit mobil Fortuner milik Hj. Yuni dan sebuah warung di sekitar lokasi juga ludes dilalap api.

Makani menambahkan, angin kencang saat kejadian mempercepat penyebaran api. Ia mengaku sempat pingsan akibat kepanikan sebelum akhirnya meminta bantuan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Ketua Forum Peduli Indramayu Masdi mengatakan pihaknya sebelumnya telah menyoroti aspek keselamatan kerja, pengawasan dari instansi berwenang, serta distribusi BBM solar industri di lokasi tersebut.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat agar standar operasional keselamatan benar-benar diterapkan dalam setiap proses pengisian BBM.

“Kami meminta Polres Indramayu melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kebakaran dan memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa ini,” tegas Masdi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PT PBP Trans Group maupun Polres Indramayu terkait penyebab pasti kebakaran. Proses penyelidikan masih dinantikan guna mengungkap kronologi dan penyebab insiden secara menyeluruh. (Mutadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *