Jakarta | Expose Online.co.id
Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri menegaskan pentingnya komunikasi aktif yang terjalin intensif antara Pimpinan Mahkamah Agung (MA), Kepala Biro Hukum dan Humas MA, serta para Juru Bicara/Humas di tingkat Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT). Jum’at, 24 Juli 2026.
Sinergi komunikasi yang solid dari tingkat pusat hingga daerah dinilai menjadi kunci utama dalam merespons cepat dinamika pemberitaan serta meredam dampak berita negatif (bad news) yang berpotensi merusak citra lembaga peradilan.
“Juru Bicara dan Humas di tingkat PN maupun PT adalah garda terdepan informasi peradilan.
Agar respons terhadap suatu isu atau berita negatif bisa cepat, tepat, dan terukur, komunikasi serta pengarahan dari Pimpinan MA dan Karo Hukum & Humas harus berjalan secara aktif, intens, dan berkesinambungan,” tegas Ketum FORSIMEMA-RI.
Strategi Penguatan Humas Lembaga Peradilan:
- Komunikasi Satu Pintu & Terkoordinasi: Menjamin keterbukaan informasi publik secara akurat dan mencegah simpang siur narasi hukum di daerah.
- Manajemen Krisis Berita (Crisis Public Relations): Memperkuat kapasitas Juru Bicara PN dan PT dalam mengantisipasi serta mengklarifikasi bad news secara proaktif sebelum menjadi isu liar.
- Sinergi Kemitraan Media: Mendorong pembinaan hubungan yang konstruktif dan harmonis antara humas pengadilan dengan jurnalis di seluruh wilayah Indonesia.
Penulis : Syamsul Bahri
Ketum FORSIMEMA-RI
Oleh. : M. Sukri.










