Peringatan Delapan Dekade Peradilan Militer: Peradilan Militer Tangguh, Intergritas Teguh

DKI JAKARTA47 Dilihat
banner 970x250

Jakarta | Expose Online.co.id

HUT ke-80 Peradilan Militer di Malang jadi refleksi penguatan integritas menuju lembaga yudisial yang modern, tangguh, dan tepercaya. Jum’at, 19 Juni 2026.

banner 336x280

Puncak peringatan hari ulang tahun ke-80 Peradilan Militer tahun 2026 diselenggarakan Grand Ballroom Ijen Suites Resort & Convention Malang pada hari Minggu tanggal 14 Juni 2026 dengan tema “Pengadilan Militer Tangguh, Integritas Teguh”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.H., Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Prof. Dr. H. Suharto, S.H., M.Hum., Ketua Kamar Militer, Brigjen TNI (Purn) Hidayat Manao, S.H., M.H., Ketua Kamar Tata Usaha Negara, Prof. Dr. Yulius, S.H., M.H., Ketua Kamar Perdata, Prof. Dr. Hamdi, S.H., M.H., Ketua Kamar Pembinaan, Syamsul Ma’arif, S.H., LL.M, Ph.D.

Kegiatan ini juga dihadiri para Hakim Agung RI, Plt. Ketua Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI Suradi, S.H., S.Sos., M.H., para Ketua/Kepala Pengadilan Militer dan Tata Usaha Negara baik Tingkat Banding maupun Tingkat pertama, serta seluruh aparatur pengadilan militer di seluruh Indonesia yang hadir di Kota Malang.

Acara peringatan kali ini dibuat secara khidmat tetapi tetap memberikan nuansa hiburan dengan menampilkan video kolase sejarah singkat dari perkembangan lahirnya lembaga peradilan militer, serta hiburan pertunjukan seni dan budaya yaitu tari budaya dan atraksi seni serta hiburan lain yang merupakan bentuk inisitaif dan kreatifitas dari aparatur pengadilan militer sendiri.

Acara peringatan HUT ke-80 Peradilan Militer bukan semata-mata sebagai ceremonial tahunan semata akan tetapi menjadi refleksi diri bagi institusi peradilan militer untuk tetap menjaga eksistensi peradilan militer dengan meneguhkan intergitas dalam menjaga kehormatan lembaga peradilan militer.

“Waktu 80 tahun bukanlah waktu yang singkat, peradilan militer secara konsisten telah mengawal hukum militer, menegakkan hukum disiplin prajurit, dan memastikan supremasi hukum tetap tegak berdiri di lingkungan Tentara Nasional Indonesia” ungkap Dirjen Badilmiltun dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa Peradilan Militer telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan di bidang Reformasi Birokrasi berupa 65% Satker telah memperoleh WBK dan 17% Satker telah memperoleh predikat WBBM.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Mahkmah Agung, menjelaskan makna tema “Pengadilan Militer Tangguh, Integritas Teguh”. Baginya, keduanya ibarat dua pilar yang saling menopang, pengadilan militer yang tangguh tidak hanya dimaknai tangguh dalam menghadapi tantangan tetapi ketangguhan merupakan kemampuan untuk beradaptasi, bertransformasi dan berkembang untuk semakin efisien, transparan dan modern.

Ketua MA Menegaskan bahwa Intergritas merupakan jiwa bagi setiap lembaga peradilan. Integritas harus menjadi harga mati bagi aparatur peradilan militer, ketangguhan tanpa integritas hanya akan melahirkan kekuatan tanpa arah, dan sebaliknya jika ketangguhan dilandasi integritas maka akan melahirkan kepercayaan, kepekaan dan legitimasi yang kuat di mata masyarakat.

Pada akhir sambutannya Prof. Sunarto berpesan kepada para Hakim dan aparatur peradilan militer untuk terus belajar memperkuat kapasitas intelektual dan mengembangkan kemampuan profesional dan mampu menjawab setiap tantangan hukum yang terus berkembang.

“Aparatur pengadilan militer juga harus menjaga integritas untuk mewujudkan lembaga yang modern dan profesional serta tangguh dalam menghadapi perubahan, teguh dalam menjaga integritas serta konsisten menegakkan hukum dan keadilan demi terwujudnya badan peradilan yang Agung,” pesan Ketua MA. (M. Sukri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *