Lagi-Lagi SPMB di Depok, Disdik Disorot Soal Carut Marut Kurang Validasi

Depok159 Dilihat
banner 970x250

Depok | Expose Online.co.id

Sejumlah orang tua mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Depok di Gedung Baleka II lantai 4. Orang tua kecewa karena anak mereka tidak diterima di sekolah negeri.

banner 336x280

Pasalnya, dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMP di Kota Depok, meskipun secara geografi berada tidak jauh dengan sekolah tujuan.

Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) digeruduk orang tua yang terkendala validasi data saat mendaftar SPMB anaknya.

Ratusan orang tua mendatangi posko pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.

Kedatangan orang tua ke posko pengaduan untuk mengadukan adanya kendala sistem validasi data saat mendaftar melalui online.

“Tujuan saya ke Dinas Pendidikan (Disdik) yaitu untuk meminta bantuan verifikasi data karena saat mendaftar online mendapat kendala,” kata Sinta, salah satu orang tua saat menemui kantor pos pengaduan Disdik, Senin (15/6/26).

Lanjut Sinta, saya harus sabar menunggu karena ratusan orang tua mengantri untuk melakukan pengaduan terkait adanya kendala sistem validasi.

“Dengan begitu hampir kewalahan petugas sebanyak 10 personil yang sabar melayani ratusan orang tua murid yang datang ke posko SPMB.

Menurutnya, data anak saya sudah lengkap semua. Sesuai persyaratan pendaftaran sudah dilampirkan secara online.

Namun, sudah dua jam saya lihat status kelengkapan anaknya berstatus belum terverifikasi.

“Oleh karenanya, status belum terverifikasi, jadi kami dengan orang tua dengan soal yang sama belum bisa memilih SMP Negeri yang mau dituju.

Mengingat waktunya terbatas, untuk tahun ini hanya satu tahap batas pendaftar. Untuk itu saya harus berjuang keras untuk anak sehingga saya meminta bantuan posko SPMB.

Saya selaku orang tua berharap sekali anak saya diterima di sekolah SMP Negeri yang terdekat dengan rumah, yakni di bilangan Sawangan.

“Sampai-sampai saya harus meninggalkan tugas sebagai ojek antar jemput sekolah,” tuturnya.

Dia berharap pemerintah bisa dilakukan perbaikan. Banyak orang tua yang datang karena keluhan sistem online dapat dijadikan evaluasi.

Terkait ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan aplikasi SPMB mengalami gangguan atau error saat diakses pendaftaran.

Menurutnya, kepadatan ini murni terjadi akibat lonjakan pendaftaran yang luar biasa di hari pertama pembukaan jalur domisili untuk SMP.

Tingginya antusiasme masyarakat ini rupanya jauh melebihi prediksi Disdik.

Wahid menyebut, mayoritas yang datang ke posko orang tua ternyata bertujuan untuk memperbaiki kesalahan input data pribadi.

Kesalahan yang paling sering ditemui adalah penentuan titik koordinat rumah yang meleset, serta kekeliruan dalam memasukkan nomor kartu keluarga, terang jelas Wahid. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *