K3S Citeureup Meriahkan Bogor Fest 2026 dengan Beragam Karya Inovatif Guru dan Siswa

Bogor, PENDIDIKAN111 Dilihat
banner 468x60

Citeureup | Expose Online.co.id

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Citeureup turut berpartisipasi dalam kegiatan Bogor Fest 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Sabtu (30/5/2026).

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, K3S Kecamatan Citeureup melibatkan seluruh kepala sekolah dan guru dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Citeureup. Partisipasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua K3S Kecamatan Citeureup, Endang Wikarsa, bersama Penanggung Jawab kegiatan, Eva Fardiah.

Pada ajang Bogor Fest 2026, K3S Kecamatan Citeureup menghadirkan berbagai hasil karya dan produk kreatif guru serta siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas dunia pendidikan.

Selain memamerkan produk unggulan, K3S Citeureup juga menampilkan beragam pertunjukan seni budaya yang berhasil menarik perhatian pengunjung. Penampilan tersebut meliputi tarian tradisional, kesenian borangan, hingga pertunjukan nyanyi solo yang dibawakan oleh para siswa berbakat.

Ketua K3S Kecamatan Citeureup, Endang Wikarsa, mengatakan keikutsertaan dalam Bogor Fest menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, dan prestasi yang dimiliki sekolah-sekolah di Kecamatan Citeureup kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga terus mendorong pengembangan kreativitas, seni, budaya, dan kewirausahaan siswa maupun guru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Endang Wikarsa, mengaku bangga dan bersyukur atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap booth pendidikan dari Kecamatan Citeureup.

“Alhamdulillah, booth K3S Citeureup ramai dikunjungi sejak pagi hingga sore hari. Pengunjung datang silih berganti tanpa henti untuk melihat berbagai hasil karya guru dan siswa serta menyaksikan penampilan seni yang kami tampilkan,” ujar Endang.

Menurutnya, meski seluruh panitia, guru, dan kepala sekolah harus bekerja ekstra selama kegiatan berlangsung, rasa lelah terbayar dengan tingginya apresiasi masyarakat. (Irfan Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *