Depok | Expose Online.co.id
Reses merupakan program kegiatan rutin program pemerintah Kota Depok di awal tahun. Reses yang bertujuan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan membahas isu-isu pembagunan Kota Depok.
Dalam giat aspirasi Anggota DPRD kota Depok dari Fraksi Partai PKB Siswanto.dalm dialog warga menyampaikan, bahwa isu layanan kesehatan menjadi salah satu topik pembahasan dalam reses yang di gelar di wilayah kecamatan Bojongsari Sabtu (31/1/26) kota Depok.
Siswanto tidak sekedar reses dalam giatnya, Siswanto menyoroti layanan kesehatan gratis. Menurutnya, meskipun Dilema antara layanan kesehatan gratis dengan antrian Panjangdan pelayanan berbayar yang lebih cepat menjadi perhatian utama warga Kota Depok kata Siswanto Sekretaris komisi D DPRD Kota Depok sekaligus ketua fraksi Partai PKB DPRD Kota Depok.
Selain itu, Siswanto menegaskan, bahwa isu layanan kesehatan menjadi salah satu topik yang paling banyak di soroti khususnya pasca keputusan Pemerintah kota Depok menghapus program Universal Health Coverage (UHC).
“Memang ada warga mempertanyakan soal UHC ini menjadi pembahasan yang cukup menarik dalam reses,” ujar Siswanto.
Lebih jauh Siswanto menjelaskan kepada masyarakat, bahwa penghapusan UHC dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efesiensi anggaran daerah meski demikian, Siswanto menilai kebijakan tersebut perlu diiringi degan perbaikan serius pada kualitas pelayanan kesehatan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya salah satu catatan dari pelaksanaan UHC selama ini adalah persoalan ketepatan sasaran program tersebut,
Siswanto menyebut, hal ini, “Kerap di manfaatkan bukan hanya oleh masyarakat tidak mampu ada juga masyarakat yang mampu namun ikut memanfaatkan layanan tersebut,” ungkap Siswanto.
Sambung dia, bahwa penghapusan UHC bukan berarti Pemkot Depok menghilangkan layanan kesehatan gratis sepenuhnya, pemerintah masih memberikan bantuan pengobatan gratis, namun di fokuskan kepada kelompok masyarakat tertentu yang benar benar membutuhkan.
Siswanto menekankan, kepada warga, tidak perlu khawatir tidak bisa berobat pengobatan gratis tetap ada di peruntukan bagi masyarakat tertentu, ungkap Siswanto dari fraksi PKB. (Ag)








