Bantuan Pendidikan Langsung untuk Warga Miskin Sangat Kecil, Dedi Mulyono Soroti Anggaran Rp 744 M Disdik Kota Bogor

Bansos, Bogor, DPRD18 Dilihat
banner 468x60

Kota Bogor | Expose Online.co.id

Bantuan Pendidikan Langsung untuk Warga Miskin sangat kecil, Dedi Mulyono Soroti Anggaran Rp 744 M Disdik Kota Bogor. Fakta mengejutkan terungkap dalam Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kota Bogor bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Anggota Komisi IV, Dedi Mulyono, membongkar postur anggaran pendidikan Tahun 2026 yang dinilai belum pro-rakyat.

banner 336x280

Dari total pagu anggaran fantastis sebesar Rp 744,4 miliar, ternyata porsi yang benar-benar dirasakan langsung oleh warga miskin nyaris tak terdengar bunyinya, yakni hanya Rp 22 miliar atau di kisaran 3 persen.

Dedi mengaku terkejut saat membedah Anggaran Disdik tersebut. Politisi PKS ini menemukan adanya ketimpangan yang besar antara belanja untuk kepentingan internal dinas dibandingkan dengan belanja yang langsung menyentuh masyarakat.

“Ini angka yang bikin saya elus dada. Total uang rakyat yang dikelola Disdik itu Rp 744 miliar. Tapi setelah saya hitung ulang, yang wujudnya nyata sebagai ‘Bantuan Langsung’ ke warga seperti hibah pendidikan, beasiswa pendidikan, dan bantuan tebus ijazah itu totalnya cuma sekitar Rp 22 miliar atau 2,9 persen saja. Bayangkan, tidak sampai 3 persen!” ujar Dedi dengan nada tinggi usai rapat di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (7/1/2026).

Menurut Dedi, struktur anggaran Disdik tahun 2026 mengalami “obesitas” di sektor belanja pegawai dan kegiatan birokrasi. Berdasarkan data yang ia paparkan, komponen Belanja Pegawai (Gaji ASN dan Honorer) menyedot anggaran sekitar Rp 480 miliar atau setara 64 persen dari total anggaran.

Politisi PKS ini menilai masih ada ruang fiskal yang bisa dioptimalkan, khususnya pada pos “Kegiatan Lainnya untuk Pemenuhan Pemerataan Mutu Pendidikan” yang dialokasikan sebesar Rp 189,1 miliar atau 25 persen dari total anggaran.

Menurut Dedi, jika pos kegiatan pendukung tersebut bisa diefisienkan, maka alokasi dana yang tersisa dapat dialihkan untuk menambah kuota program-program kerakyatan yang sangat dinanti warga.

“Di sana ada anggaran kegiatan mutu dan operasional sebesar Rp 189 miliar. Saya memberikan masukan positif kepada Disdik, mari kita sisir kembali. Jika ada kegiatan seremonial atau rapat-rapat yang bisa dihemat, anggarannya bisa kita geser untuk memperbesar kuota beasiswa atau bantuan tebus ijazah,” jelasnya. (M. Sukri)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *