Dana Asing Masuk Rp131,1 Triliun, SBN Jadi Penopang Pasar Keuangan Indonesia

DKI JAKARTA, Ekonomi171 Dilihat
banner 970x250

Jakarta | Expose Online.co.id

Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp131,1 triliun sepanjang 2026 hingga awal Oktober. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut Surat Berharga Negara (SBN) dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi penopang arus dana masuk tersebut.

banner 336x280

Informasi itu disampaikan Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Pemerintah menilai perkembangan arus modal tersebut mencerminkan daya tarik sejumlah instrumen keuangan domestik di tengah dinamika pasar global.

Menurut Suahasil, SBN mencatat arus modal masuk sebesar Rp36,7 triliun sepanjang tahun berjalan. Instrumen surat utang pemerintah tersebut dinilai semakin menarik bagi investor asing, termasuk pada awal Oktober.

Dalam enam hari pertama Oktober 2026, SBN bahkan mencatat tambahan aliran modal asing hampir Rp8 triliun. Sementara itu, secara keseluruhan, arus modal masuk pada awal kuartal IV hingga 7 Oktober tercatat sebesar Rp22,01 triliun.

Selain SBN, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut berperan dalam pergerakan dana asing. Instrumen tersebut mencatat aliran modal masuk sebesar Rp178,6 triliun sepanjang 2026 berdasarkan paparan Kementerian Keuangan.

Meski demikian, kondisi pasar keuangan tidak sepenuhnya menunjukkan arus dana positif. Pasar saham Indonesia masih mengalami arus modal keluar bersih atau capital outflow sebesar Rp84,2 triliun sepanjang tahun berjalan.

Keluarnya dana asing dari pasar saham tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Perbedaan arus dana antarinstrumen menunjukkan bahwa keputusan investor dapat bervariasi sesuai dengan karakteristik dan kondisi masing-masing instrumen investasi.

Suahasil menyampaikan bahwa koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah juga terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan Danantara guna mendukung daya tarik aset keuangan domestik.

Perkembangan arus modal asing tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam menilai kondisi pasar keuangan Indonesia. Namun, aliran dana masuk tidak serta-merta menjamin seluruh instrumen investasi akan mengalami penguatan, mengingat pergerakan pasar tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global maupun domestik. (Irfan Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *