Jakarta | Expose Online.co.id
Oleh: M. Sukri
Seorang anak berpura-pura meminta uang kepada ibunya. Ia mengatakan uang tersebut dibutuhkan untuk ongkos mencari sesuatu.
Sang ibu tanpa berpikir panjang langsung merogoh kantong lusuh yang tersimpan di balik bajunya.
Dari kantong itu, ia mengeluarkan sejumlah uang yang masih tersisa. Senin, 10 Agustus 2026.
Jumlahnya tidak banyak, bahkan mungkin tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan anaknya.
Namun, sang ibu tetap menyerahkannya. Bukan karena ia memiliki banyak uang, melainkan karena cinta seorang ibu tidak pernah menunggu kecukupan.
Ia mungkin tahu bahwa uang tersebut adalah sisa terakhir yang dimilikinya. Namun, bagi seorang ibu, ketika anak berkata, “Aku membutuhkan,” maka apa pun yang ada di tangannya terasa harus diberikan.
Anaknya mungkin hanya berpura-pura meminta, tetapi sang ibu memberikan dengan sungguh-sungguh.
Di situlah letak kesucian kasih seorang ibu. Anak mungkin bisa berpura-pura membutuhkan, tetapi seorang ibu tidak pernah berpura-pura mencintai.
Kelak, ketika uang itu telah habis, mungkin sang anak akan lupa berapa rupiah yang pernah diberikan ibunya.
Namun, semoga ia tidak pernah lupa bahwa pernah ada seorang ibu yang dengan kantong lusuh dan uang yang tersisa, tetap memilih memberikan segalanya demi anak yang dicintainya.
Sebab bagi seorang ibu, anak bukan sekadar bagian dari hidupnya.
Anak adalah alasan mengapa hidupnya terus diperjuangkan.















