Nyaris 1.000 Senjata Ditemukan di Sekolah Jakarta Selatan, Polisi Turun Tangan

DKI JAKARTA, Hukum75 Dilihat
banner 970x250

Jakarta | Expose Online.co.id

Penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menghebohkan publik. Barang-barang tersebut ditemukan di salah satu ruangan yang berada di lingkungan sekolah. Sabtu (08/08/2026).

banner 336x280

Dalam perkembangan penyelidikan, jumlah barang yang ditemukan disebut mencapai sekitar 995 hingga 996 pucuk. Polisi memastikan temuan tersebut masih dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui jenis, status perizinan, serta asal-usul seluruh senjata.

Temuan tersebut diketahui setelah pihak sekolah bersama kepolisian membuka sebuah ruangan yang sebelumnya dalam kondisi terkunci. Di dalam ruangan itu ditemukan berbagai jenis senjata, termasuk senapan angin dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Polda Metro Jaya kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut mayoritas senjata yang ditemukan merupakan senapan angin impor. Sementara itu, terdapat satu senjata yang diduga merupakan shotgun jenis Franchi kaliber 12 milimeter.

Selain senjata, polisi juga menemukan sejumlah barang lain di lokasi tersebut. Temuan itu membuat aparat melakukan pendalaman untuk memastikan bagaimana barang-barang tersebut bisa tersimpan di lingkungan sekolah dalam jumlah yang sangat banyak.

Pihak sekolah sendiri membantah mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut. Pengurus yayasan menyatakan tidak pernah menjalankan kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

Di sisi lain, pihak yang mewakili mantan kepala yayasan menyampaikan bahwa ratusan airsoft gun tersebut sebelumnya disiapkan untuk kebutuhan olahraga dan rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak. Rencana tersebut disebut tidak berlanjut sehingga perlengkapan akhirnya tetap tersimpan.

Polisi kini masih menelusuri kepemilikan serta legalitas seluruh barang yang ditemukan. Berdasarkan keterangan terbaru, pemilik senjata tersebut diketahui telah meninggal dunia pada 2020. Penyidik juga akan mendalami pihak-pihak yang mengetahui maupun bertanggung jawab atas penyimpanan barang tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena lokasi penyimpanan berada di lingkungan sekolah. Aparat diharapkan dapat mengungkap secara terang asal-usul barang, status perizinannya, serta alasan ratusan senjata tersebut berada di dalam area pendidikan.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga terus melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti dan pihak-pihak terkait untuk memastikan tidak terdapat pelanggaran hukum dalam kepemilikan maupun penyimpanannya. (Irfan Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *