Ketum FORSIMEMA-RI Sikapi Pernyataan Kepala BSDK, Perihal Gloritifikasi Media

DKI JAKARTA35 Dilihat
banner 970x250

Jakarta | Expose Online.co.id

Pernyataan dari Syamsul Bahri selaku Ketua Umum FORSIMEMA-RI (Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia) yang menyikapi pernyataan Kepala BSDK terkait glorifikasi media online eksternal ini menyoroti dinamika penting dalam komunikasi publik lembaga peradilan. Kamis, 16 Juli 2026.

banner 336x280

Secara garis besar, pandangan ini menekankan pada aspek kredibilitas, objektivitas, dan jangkauan (reach) dalam membangun citra positif Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

Berikut adalah poin-poin analisis strategis mengapa glorifikasi atau amplifikasi capaian peradilan dianggap lebih efektif jika dilakukan oleh media online eksternal:

1. Independensi dan Kredibilitas Informasi
Ketika sebuah lembaga (seperti MA atau badan peradilan) memuji kinerjanya sendiri melalui media internal (in-house media), publik sering kali melihatnya sebagai bentuk klaim sepihak atau humas konvensional.

  • Perspektif Eksternal: Narasi positif yang ditulis oleh media online luar dinilai lebih objektif dan memiliki bobot kepercayaan yang lebih tinggi di mata masyarakat.
  • Efek Validasi: Keberhasilan peradilan terkonfirmasi secara independen oleh pihak ketiga (jurnalis eksternal), bukan sekadar citra yang dipaksakan.

2. Efek Jangkauan (Amplifikasi Publik)
Media internal peradilan umumnya memiliki audiens yang terbatas pada kalangan internal (hakim, panitera, pegawai) atau praktisi hukum saja.

  • Diversifikasi Audiens: Media online eksternal memiliki jaringan pembaca yang jauh lebih luas dan heterogen, mulai dari masyarakat umum, akademisi, hingga pelaku bisnis.
  • Edukasi Hukum: Glorifikasi capaian (seperti modernisasi peradilan atau transparansi putusan) yang disebarkan media luar berfungsi sebagai edukasi publik yang masif.

3. Sinergi Strategis (Media Mitra)
Di sinilah peran penting organisasi seperti

FORSIMEMA-RI. Sebagai wadah media mitra, mereka bertindak sebagai jembatan.
Mereka memahami seluk-beluk dunia peradilan (sehingga akurasi pemberitaan tetap terjaga).

Mereka memiliki independensi ruang redaksi eksternal untuk mengemas berita secara menarik bagi publik.

Sikap Ketum FORSIMEMA-RI ini menegaskan bahwa untuk mencapai glorifikasi yang berdampak nyata, peradilan tidak bisa bergerak dalam menara gading. Keterlibatan aktif media online eksternal adalah kunci utama untuk mengubah prestasi internal menjadi reputasi publik yang kuat dan tepercaya.

Penulis : Syamsul Bahri
Ketum FORSIMEMA-RI

Oleh. : M. Sukri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *