Tahun Ajaran 2026-2027 Bahasa Inggris Bakal Jadi Mulok, Zakky Minta Sekolah Untuk Siap

Depok, PENDIDIKAN33 Dilihat
banner 970x250

Depok | Expose Online.co.id

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Raden Muchamad Zakky Fauzan, S.E., M.M., S.I., meminta seluruh sekolah dasar mulai mengantisipasi wacana memberlakukan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal (mulok) wajib pada tahun ajaran 2026/2027. Kata Zakky saat membuka acara Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di SDN Sawangan 02, Kelurahan Sawangan Baru, Kota Depok, Kamis (9/7/2026).

banner 336x280

Zakky menyampaikan bahwa wacana penetapan Bahasa Inggris sebagai muatan lokal wajib, sekolah harus mulai mempersiapkan berbagai aspek, terutama ketersediaan tenaga pengajar serta kesiapan kurikulum yang akan diterapkan, ungkap Zakky.

“Menurutnya, ini harus diantisipasi, mulai dari SDM, siapa yang harus mengajar, seperti apa kurikulum yang akan diterapkan, hingga penerapannya dimulai dari jenjang kelas mana, apakah kelas 1 dan 2 sudah siap apa belum. Jangan sampai kebijakannya tidak tepat sasaran,” ungkap Zakky.

Masih lanjut Zakky, ia memperkirakan kebijakan tersebut lebih memungkinkan diterapkan mulai kelas 3 hingga kelas 6.

Namun demikian, seluruh sekolah tetap harus melakukan berbagai persiapan sejak dini agar implementasinya berjalan optimal.

“Sementara ini memang masih berupa wacana, tetapi kemungkinan besar akan segera direalisasi pada 2027. Karena itu sekolah perlu mempersiapkan sejak sekarang,” terangnya.

Lebih dari itu, Zakky menyampaikan terkait dengan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), merupakan agenda rutin setiap tahun dilakukan oleh tim pengembang kurikulum dari masing-masing sekolah.

Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan penyusunan kurikulum dengan berbagai kebijakan dan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

Bahwa penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan tahun ajaran 2026-2027 akan menjadi landasan bagi sekolah dalam melakukan proses pembelajaran selama satu tahun ke depan.

Ia menegaskan, tidak ada perubahan terhadap Kurikulum Merdeka. Penyesuaian hanya berupa penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) serta penyelarasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok, khususnya pada sektor pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi.

“Kami terus mendorong penguatan literasi dan numerasi. Alhamdulillah, capaian Kota Depok sudah berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat. Ke depan kami berharap skor literasi dan numerasi Kota Depok dapat terus meningkat.” (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *