Depok | Expose Online.co.id
Gedung DPRD yang seharusnya menjadi tempat aspirasi rakyat, simbol demokrasi menjadi riuh saat aksi arogansi oknum staf Fraksi DPRD Devi Wulandari yang mengusir keberadaan Wartawan di saat ada acara “Cucurak” di Lobi gedung DPRD Kota Depok, Jum’at 13 Februari 2026.
Pengusiran berawal pada saat wartawan Expose dan wartawan Indonews hendak menemui Kabag Humas DPRD. Kota Depok, dan saat itu ada kegiatan “Cucurak” menyambut bulan suci ramadhan dan wartawan ingin mengikuti jalannya acara cucurak yang di gelar di lobi Gedung DPRD, namun saat ingin konfimasi mengenai acara tersebut, tiba tiba wartawan mendapat perlakuan tidak baik diusir oleh staf Fraksi DPRD Kota Depok, Devi Wulandari tanpa bertanya terlebih dahulu kepada wartawan.
“Kenapa main masuk aja tidak ijin kesaya, silahkan keluar dan berharap kalian tidak ada di sini, saya yang pegang kendali disini,” ucap Devi kepada Wartawan.
Tindakan tersebut dinilai melanggar UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999, pasal 18 ayat (1) dimana menghalangi wartawan melaksanakan tugas jurnalistik dapat di pidanakan 2 tahun penjara denda paling banyak Rp 500 juta.
Gedung DPRD adalah fasilitas publik, bukan milik pribadi atau golongan tertentu. Arogansi staf Fraksi yang merasa “memegang kendali” di gedung rakyat tersebut memicu protes keras dari komunitas jurnalis. Mereka menilai perilaku ini adalah bentuk pembungkaman terhadap keterbukaan informasi publik.
Bungkam Saat Dikonfirmasi Wartawan
Ironisnya, saat dikonfirmasi mengenai aksi pengusiran tersebut, Devi Wulandari tidak membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Bungkamnya oknum staf ini seolah mengonfirmasi sikap antikritik dan arogansi yang ia tunjukkan di lapangan.
Tak lama setelah kejadian pengusiran wartawan tersebut, staf Fraksi Devi Wulandari mendatangi Media Center yang didampingi beberapa anggota DPRD. Dalam kesempatan itu, Devi Wulandari mengakui kekeliruannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada kedua wartawati yang bersangkutan.
“Saya minta maaf atas tindakan yang telah mempermalukan kedua wartawan dan pers di hadapan orang banyak, ucap Devi. (Anggi)














