Sukabumi | Expose Online.co.id
Kasus dugaan penyimpangan dalam program revitalisasi sekolah di Kabupaten Sukabumi kian menjadi sorotan publik. Purwanto, Ketua Media Independen Online (MIO) Sukabumi Raya, angkat suara dengan kecaman keras terhadap berbagai kejanggalan yang terungkap di lapangan.
“Saya mengutuk keras dugaan penyimpangan yang terjadi dalam program revitalisasi sekolah di Kabupaten Sukabumi. Ini adalah uang rakyat, uang negara, yang diperuntukkan demi pendidikan anak-anak kita. Jangan pernah main-main dengan amanah ini!” tegas Purwanto, Jumat (25/9/2026).
Purwanto menyoroti sejumlah temuan krusial, di antaranya penjualan genteng bekas bongkaran tanpa prosedur lelang di SDN Pangantolan, kualitas pekerjaan yang di bawah standar, hingga pengabaian keselamatan kerja di beberapa lokasi proyek lainnya.
“Di SDN Pangantolan saja kejanggalannya sudah sangat nyata. Genteng bekas bongkaran dijual langsung ke warga tanpa lelang, dan justru pihak dinas yang membenarkan hal itu. Itu bukan sekadar kelalaian, melainkan pelanggaran aturan yang jelas dan terang benderang,” ungkapnya.
Purwanto menegaskan, pihak sekolah selaku pelaksana di lapangan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi selaku instansi pembina dan pengawas wajib membuka diri dan mempertanggungjawabkan setiap penggunaan anggaran.
“Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi wajib bertanggung jawab. Transparansi bukan permintaan, melainkan hak rakyat yang mutlak. Masyarakat berhak tahu ke mana larinya setiap rupiah dana yang digelontorkan negara,” tuntutnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk tidak berdiam diri jika ditemukan indikasi kerugian negara yang disengaja.
“Jangan sampai amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa justru dijadikan ladang keuntungan segelintir pihak. Jika ada yang melanggar, usut tuntas tidak boleh ada kompromi. Sekali lagi: ini uang negara, jangan main-main!” pungkas Purwanto. (Irfan Lubis)










