Bogor | Expose Online.co.id
Anggota DPRD Kabupaten Bogor daerah pemilihan VI masa sidang ke II Tahun 2025–2026. Okki Fauzi, SE.MM., selaku Ketua Tim Reses dari Fraksi Golkar menuntaskan rangkaian kegiatan reses masa sidang ke II Tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Dalam pertemuan bersama warga, politisi Partai Golkar bersama tim memaparkan berbagai usulan perbaikan fasilitas umum yang dihimpun dari penjaringan aspirasi masyarakat. Usulan tersebut mencakup program yang direncanakan terealisasi pada tahun 2026, serta pengajuan pembangunan yang diproyeksikan masuk pada anggaran tahun 2027.
Okke Fauzi menyebut dirinya kecewa. Di momen yang sangat penting ini, ketidakhadiran para Kepala Desa dalam reses, dari sejumlah kades yang terdapat di Kecamatan Ciseeng, hanya satu kades yang hadir, ujar Okke Fauzi saat acara reses di Kecamatan Ciseeng, Senin (10/2/26).
Sambung Okke, “Bagaimana kita mau setuju anggaran tiap desa jika kadesnya tidak peduli dengan giat reses yang menyerap aspirasi,” keluh Okke, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar.
Okke Fauzi menyayangkan dengan tidak diindahkannya kegiatan tersebut oleh sejumlah kades yang tidak hadir dalam reses, yang kerap kali tiap tahun digelar di wilayah Ciseeng, ungkapnya.
Anggota DPRD dapil VI mendorong usulan-usulan dari Camat Ciseeng terkait prioritas pembangunan kantor Polsek dan Koramil di Kecamatan Ciseeng.
Terkait hal ini, Camat Ciseeng Subhi menyampaikan program-program yang telah terealisasi tahun 2025, yakni pembangunan rehab SDN Karya Bakti 3 dan perbaikan irigasi di beberapa desa.
Subhi menyebut 10 program yang sudah disepakati dalam Musrembang, di antaranya program prioritas jaringan irigasi Desa Cibeuteng Udik, pembangunan SMPN 2 dan SMPN 3, serta rehab SDN Cibogo, dengan pagu anggaran total 10 miliar, ungkap Subhi.
Di sisi lain, Subhi menyampaikan terkait sejumlah kades yang absen hadir di reses. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi budaya oleh para kades di wilayah Ciseeng sejak sebelum dirinya menjabat di sana, ujar Camat Subhi kepada awak media.
Sesuai acara, tim Anggota DPRD dapil VI ketika ditemui oleh awak media langsung pergi saat dimintai keterangan soal giat tersebut, sehingga mengesankan kearoganan sebagai wakil rakyat. (Ag)









