Ponpes Khodamul Qur’an Hidayatul Furqon Gelar Peringatan Isra Mi’raj, Harapkan Dukungan Pembangunan dan Penanganan Longsor

Bogor, Pengajian37 Dilihat
banner 468x60

Pamijahan Bogor | Expose Online.co.id

Pondok Pesantren (Ponpes) Khodamul Qur’an Hidayatul Furqon pada Minggu (1/2) pagi menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh santri dan pengurus ponpes, serta dihadiri undangan dari masyarakat setempat.

banner 336x280

Dalam kegiatan Isra Mi’raj kali ini, selain warga sekitar, turut hadir tokoh masyarakat dan Kepala Desa Pamijahan beserta stafnya. Kepada wartawan media, pimpinan ponpes yang akrab disapa Ustadz Jabes menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini bertujuan meningkatkan keimanan serta mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi refleksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.

Acara Isra Mi’raj yang berlangsung di Ponpes Khodamul Qur’an Hidayatul Furqon tahun ini terasa meriah dan khidmat karena menghadirkan kiai dari berbagai daerah yang mengisi tausiyah, di antaranya Aby KH Yusuf Fadli (Ki Sagati), KH Rizky Komarudin (Ki Komeng), Ust. Sholih Hidayat, dan Ustadz Enduh Kasyep.

Ponpes yang terletak di Kampung Sengon RT 01/03, Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor ini telah berdiri selama 11 tahun. Berawal dari niat tulus dan keyakinan kepada Yang Maha Kuasa, Ustadz Jabes memulai kegiatan pembinaan santri dengan satu bangunan kecil pemberian orang tuanya yang dijadikan majelis. Tanpa meminta dukungan pemerintah dan hanya dibantu teman serta sahabat dekat, secara perlahan ponpes tersebut kini telah memiliki bangunan permanen untuk kebutuhan santri dan santriwati dengan jumlah santri mencapai 80 orang.

Dalam wawancara dengan media, Ustadz Jabes menyampaikan harapannya agar semua pihak turut membantu mendukung kegiatan santri serta peduli terhadap kebutuhan pembangunan ponpes yang masih berlangsung. Beberapa di antaranya pembangunan sarana tempat mandi santri yang belum tersedia serta ruang tidur yang masih terbatas.

Selain itu, ponpes juga membutuhkan bantuan pemerintah setempat dalam menangani kebiasaan warga yang membuang sampah ke kali, sehingga menimbulkan kotor dan bau di sekitar ponpes. Kondisi tersebut diperparah dengan musibah longsor yang terjadi tiga hari sebelum kegiatan Isra Mi’raj berlangsung.

Longsor yang cukup serius di pinggiran kali dekat ponpes dinilai membahayakan keberlangsungan kegiatan belajar para santri. Untuk itu, Ustadz Jabes meminta perhatian semua pihak, khususnya aparat pemerintah tingkat desa, kabupaten, dan provinsi, agar melihat langsung kondisi tersebut sehingga dapat segera dilakukan penanganan. (Irfan Lubis)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *